Posts

Image
Kaderisasi

Mendengar kata kaderisasi menjadi suatu hal yang umum dikelompok manapun. Kaderisasi diartikan sebagai suatu proses penanaman nilai-nilai yang dianut dan dipahami oleh suatu kelompok tertentu. Sebagai contoh saat seorang anak manusia mengeluarkan tangisannya pertama kali di muka bumi. Saat itulah anak manusia tersebut akan mengalami proses kaderisasi. Dia akan diberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang ada dalam keluarganya. Perilaku dan perkataan akan senantiasa ditiru oleh si anak. Hingga beranjak remaja dia akan mengikuti proses kaderisasi yang ada di sekolah dan lingukangan sekitarnya. Proses ini akan berlangsung tanpa disadari oleh si anak.

Ketika sudah dewasa, kita akan dihadapkan untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang kita inginkan. Di sana kita akan belajar bagaimana  menjadi seorang mahasiswa yang seutuhnya. Termaksud dalam hal ini dengan proses kaderisasi yang menjadi fenomenal dibeberapa perguruan tinggi. Kaderisasi selain untuk penanaman nilai juga …
Image
Media Sosial Mengerogoti Pikiran Sikap Pancasila Kian Tersamarkan

Sumber : Google.com

Di era globalisasi ini, media sosial telah berkembang pesat tak tehindarkan lagi. Segala informasi yang terjadi di Nusantara dapat terkabarkan dalam sekejap mata. Mulai dari politik, kesehatan, hiburan dan berbagai informasi lainya. Semuanya dihidangkan semenarik mungkin untuk dikonsumsi oleh berbagai lapisan masyarakat. Oleh karena itu Informasi tidak bisa dipandang sebelah mata lagi tapi sudah menjadi kebutuhan bagi setiap diri.

Seorang penulis akan menjadi aktor terhadap tulisan yang disampaikannya. Nilai-nilai dari susunan kata hingga menjadi kalimat utuh dapat menjadi acuan pemikiran setiap orang yang membacanya. Aktualisasi pemikiran  yang positif akan mewujudkan perilaku yang positif pula begitupun sebaliknya. Tetapi sangat disayangkan apabila nilai tulisan mengandung konten negatif berupa provokasi dan ujaran kebencian semata, tidak lain hanya untuk kepentingan diri dan golongan tertentu belaka.
Image
Pulang “Leila  S. Chudori“

[Review] Saya mengetahui novel pulang ketika sedang berselancar di internet mencari refrensi buku-buku yang menarik untuk dibaca. Setelah beberapa minggu pun saya memutuskan ke gramedia Mal Panakkukang Makassar untuk mencari buku ini. Setelah tiba, pandangan saya langsung menuju rak buku fiksi ynag berada di pojok ruangan dan meminta seorang pegawai gramedia untuk membantu mencari buku yang saya inginkan.  Tak lupa pula saya melihat buku-buku sastra untuk membeli buku Tan karya Hendri Teja. Buku-buku yang akan menemani saya nantinya saat liburan.
Novel pulang menceritakan Dimas suryo bersama tiga kawanya Nugroho, Tjai, dan Risjaf yang Ke Eropa. Dimas sendiri menuju Paris Mei 1968, ketika gerakan mahasiswa sedang bergejolak melawan pemerintahan Prancis. Dimas pun bertemu dengan salah satu mahasiswa Vivienne Deveraux yang mengikuti gerakan tersebut. Di saat yang bersamaan Dimas mendapat kabar dari Indonesia bahwa salah satu sahabatnya Hananto Prawiro ditahan dan d…
Image
Menyambut Hari Kemenangan

Sumber : http://www.batumedia.com
Waktu terus bergulir tidak terasa bulan ramadhan akan segera beranjak, sebelas bulan akan menjadi panantian yang panjang bagi orang-orang yang senantiasa merindukan bulan ini. Bangun lebih awal untuk menyantap makanan,  buka puasa dan sholat tarwih berjamaah menjadi sebuah momen yang tak bisa dilupakan. Selama bulan ramadhan kita ditempa untuk menahan segala hawa nafsu dan mengumpulkan pundi-pundi kebaikan demi sesuatu yang sudah dijanjikan oleh sang creator alam semesta.
Beberapa jam lagi kita akan merayakan hari kemenangan. Kemenangan atas kesebaran kita dalam menjalani bulan yang penuh berkah. Setiap orang memiliki kisah tersendiri dalam menyambut hari kemenangan ini. Bagi seorang perantau nan jauh, pulang ke kampung halaman sudah menjadi prioritas. Pulang bukan karena telah sukses atas segala kehidupan, bukan pula karena membawa materi yang berlimpah lebih dari itu pulang menjadi suatu kerinduan atas tempat kelahiran dan …
Image
Bulan Kebaikan Bulan kebaikan, orang selalu mengidentikannya dengan bulan ramadhan tidak terkecuali bagi saya. Bulan ramdhan merupakan bulan berkah yang hanya terjadi sekali dalam setahun. Oleh karena itu banyak orang yang begitu bahagia menyambut bulan ini. Masih begitu teringat ketika beberapa hari lagi memasuki bulan ramadhan, kerabat saya kerap kali mengirimkan ucapan-ucapan islami melalui media sosial yang menghimbau untuk melakukan pundi-pundi amal kebaikan selama bulan ramadhan ini. Begitu indahnya jikala nasihat itu selalu hadir tanpa harus menunggu bulan ramadhan tiba.
Di awal bulan ramadhan saya disibuki dengan berbagai mata kuliah yang kerap kali belum selesai ditambah lagi praktikum yang rasa-rasanya taka ada ujungnya. Lelah, ngantuk, dan malas bercampur aduk menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan. Hanya dengan sabar yang menjadi obat mujarap mengatasi semua itu. Toh, itu sudah menjadi resiko kami sebagai mahasiswa yang  kuliah di fakultas teknik. Hari kebahagian pun …

Kerja Bakti

Image
Kerja Bakti Minggu 22 April 2017

Sebenarnya sudah lama saya ingin menulis lagi, tapi masih belum ada kesempatan mungkin karena banyaknya tugas-tugas kuliah ditambah lagi laporan praktikum yang harus segera diselesaikan. Tapi setelah dipikir-pikir bukan hal tersebut yang jadi masalahnya, sepertinya saya masih memiliki semangat menulis yang begitu rendah, sehingga saya tidak bisa mengatur waktu dengan baik untuk itu. Menulis bisa dikatakan bukanlah hobi ataupun bakat saya, tapi saya ingin menjadikan menulis suatu kebiasaan yang terus menerus saya lakukan. Saya percaya bahwa dengan menulis akan memberikan arti tersendiri bagi diri saya. Yang labih penting lagi saya ingin dunia tahu bahwa saya pernah ada di dalamnya karena menulis.
Pada tulisan kali ini saya akan mencertiakan pengalaman saya pada minggu pagi 22 April 2017. Subuh itu terdengar suara azan yang begitu merdu, tertanda pagi akan segera tiba, matahari akan menyinari buminya dan kewajiban harus segera ditunai bagi orang-orang yang …

TERMARJIRNALKAN

Image
TERMARJIRNALKAN

Semakin maju sebuah kota tidak menutup kemungkinan bahwa masyarakatnya akan semakain baik pula. Salah satunya adalah Kota Makasar yang mana masih banyak bisa kita temukan pengemis dengan memakai mobil-mobilan beroda dengan  tidak mempunyai sebuah kaki.Mungkin sebagian orang akan berkata bahwa hal tersebut hanyalah rekayasa agar mereka mudah memperoleh rejeki dengan memanfaatkan kekuranganya. Ya, memang hal tersebut ada benarnya juga. Sayapun kerap kali menemukannya, waktu itu ketika sedang berkendara motor di jalan perintis kemerdekaan Makassar seorang ibu-ibu memakai mobil-mobilan beroda tetapi toh kakinya masih utuh, entalah mungkin meminta-minta sudah menjadi sebuah profesi di Kota Makassar. Tapi dibalik itu semua ada juga pengemis yang benar-benar kehilangan kakinya dan sayapun menjadi saksinya kerap kali melihatnya.Saya bertemu tidak lain karena saya mengikuti sebuah komunitas sosial selama setahun lebih. Komunitas yang tempatnya berada di tengah-tengah pengemis ya…